Minggu lalu, penggerebekan sebuah tempat yang diduga sebagai arena judi tanpa izin berlangsung di Manchester, dimana sejumlah uang dan peralatan perjudian disita. Aksi ini dilakukan oleh pihak kepolisian yang menargetkan operasi judi ilegal di Chester Road, pusat kota Manchester. Operasi ini melibatkan kerjasama antara Kepolisian Greater Manchester, Komisi Perjudian, dan tim perizinan Dewan Kota Manchester.
Seorang pria berusia 33 tahun dan wanita berusia 66 tahun ditangkap dengan dugaan melanggar Undang-Undang Perjudian 2005 dan Undang-Undang Perizinan 2003. Di lokasi kejadian, petugas menemukan meja judi, chip, catatan, buku rekening, minuman beralkohol, dan materi lainnya. Polisi juga menyita uang tunai dan ponsel. Tim pengusut dari bagian Kejahatan Keuangan dan Pencucian Uang turut mendukung penyelidikan ini.
“Perjudian ilegal dapat menyebabkan banyak masalah, mulai dari perselisihan keuangan hingga pencucian uang, sehingga penting bagi kami untuk menutup operasi ini ketika menemukannya,” ujar PC Nial Vivian tentang insiden tersebut.
Kepolisian Greater Manchester dan badan mitra menekankan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari “aktivitas penegakan hukum bersama.” Sue Young, direktur eksekutif operasi dari Komisi Perjudian, mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa menangani semua bentuk perjudian ilegal menjadi fokus utama bagi mereka, sehingga kerjasama dengan Kepolisian Greater Manchester dan Dewan Kota Manchester sangat penting dalam operasi ini.
Penegakan Hukum Intensif terhadap Judi Ilegal
Operasi ini terjadi selang beberapa minggu setelah peluncuran gugus tugas khusus perjudian ilegal oleh Departemen Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris (DCMS), menyusul kekhawatiran meningkatnya aktivitas tanpa izin di negara ini. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya regulasi yang lebih luas untuk mengidentifikasi dan menutup operasi perjudian ilegal. Komisi Perjudian telah menegaskan bahwa penanganan aktivitas tanpa izin adalah prioritas bagi mereka.
Selain itu, regulator mendapat alokasi dana sebesar £24,5 juta dari pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap perjudian ilegal, termasuk tempat-tempat judi bawah tanah. Penegakan hukum semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya “pop-up” perjudian yang tidak diatur dan klub permainan pribadi. Otoritas lisensi lokal memainkan peran penting dalam menegakkan standar tempat dan memastikan operator memiliki izin yang tepat sesuai dengan Undang-Undang Perjudian 2005, yang mewajibkan lisensi dan menetapkan standar perlindungan konsumen, pencegahan kejahatan, dan permainan yang adil.