Seorang influencer muda Malaysia, Nur Syakilla Natasya Sukri, berusia 20 tahun, terhindar dari hukuman penjara usai mengakui kesalahan dalam aktivitas promosi judi online. Kasus ini disidangkan di Pengadilan Majistret Marang, di mana Syakilla diberi syarat untuk berkelakuan baik selama dua tahun. Dasar pertimbangan keputusan pengadilan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia Syakilla yang masih muda, keadaan pribadinya, dan laporan Dinas Kesejahteraan Sosial. Dia harus membayar jaminan RM2,000.
Kejadian ini bermula pada 23 Januari 2026 di sekitar Pasar Marang, saat Syakilla tertangkap mempromosikan situs judi online dengan elemen taruhan. Menurut laporan Dinas Kesejahteraan Sosial, Syakilla berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan dengan pelaku promosi komersial lainnya. Dia mengalami cedera paha yang menghambat kemampuan untuk bekerja berat. Dengan kepribadian tertutup dan interaksi sosial yang terbatas, alasan meninggalkan rumah juga minim.
Keluarganya dinilai cukup mampu mengawasi perilakunya, yang menjadi elemen penting dalam putusan hakim. Tidak adanya catatan pelanggaran sebelumnya, ditambah evaluasi kesejahteraan sosial, membuat hakim memilih jaminan berkelakuan baik daripada hukuman penjara. Pemberian waktu dua tahun ini bertujuan agar Syakilla mematuhi semua persyaratan jaminan, di mana pelanggaran akan menimbulkan konsekuensi lebih lanjut. Pengadilan melihat ini sebagai kesempatan baginya untuk merubah arah hidup, serta meningkatkan kesadaran tentang risiko bagi influencer yang menerima tawaran finansial untuk promosi perjudian online.